Oleh
Abu Afifah Zulfikri
Sepak bola, hampir semua orang mengenalnya. Saat ini, gelegar Piala Eropa 2012, hampir terdengar di seluruh pelosok negeri.
Saat ini, negara
Ukraina dan Polandia,
menjadi sejarah perhelatan sepak bola terbesar di Eropa.
Bagaimana hukum sepak bola menurut pandangan Islam? Berikut sejumlah pandangan
ulama mengenai sepak bola.
Dalam kitab Bughyatul Musytaq fi Hukmil lahwi wal la'bi was sibaq disebutkan,
"Para ulama Syafiiyah telah mengisyaratkan diperbolehkannya bermain sepak
bola, jika dilakukan tanpa taruhan (judi). Dan, mereka mengharamkannya jika
pertandingan sepak bola dilakukan dengan taruhan. Dengan demikian, hukum
bermain sepak bola dan yang serupa dengannya adalah boleh, jika dilakukan tanpa
taruhan (judi)."
As-Sayyid Ali Al-Maliki dalam kitabnya Bulughul Umniyah halaman 224
menjelaskan, "Dalam pandangan syariat, hukum bermain sepak bola secara
umum adalah boleh dengan dua syarat. Pertama, sepak bola harus bersih dari
unsur judi. Kedua, permainan sepak bola diniatkan sebagai latihan ketahanan fisik
dan daya tahan tubuh sehingga si pemain dapat melaksanakan perintah sang Khalik
(ibadah) dengan baik dan sempurna.
Syekh Abu Bakar Al-Jazairi dalam
Pages
▼
Selasa, 26 Juni 2012
Struktur RS Indonesia di Gaza Hampir Rampung
Palestina_ Pembangunan struktur Rumah Sakit
Indonesia di Gaza, Palestina, kini nyaris selesai. Struktur RS tiga lantai ini
sudah 97 persen terbangun.
Nur Ikhwan Abadi, salah satu relawan
Mer-C Indonesia di Gaza, Palestina, dalam siaran pers pada Jumat (23/3/2012)
mengatakan, pengecoran lantai 3 RS Indonesia (RSI) di Gaza selesai dilakukan
tiga hari lalu.
Dengan selesainya proses pengecoran
ini, laju pembangunan tahap I untuk struktur RSI Gaza sudah mencapai 97 persen.
Selanjutnya, Divisi Konstruksi MER-C tengah mempersiapkan tender tahap kedua
untuk arsitektur dan mechanical electrical rumah sakit. RSI Gaza
berbentuk segi delapan yang terinspirasi dari Masjid Qubbah Sakhra di Al-Quds
ini sudah berdiri tegak di atas bumi Syam.
Rasa haru dan bahagia tampak di
wajah setiap relawan Indonesia. Lebih dari satu tahun sebanyak 6 relawan MER-C
Indonesia, ungkap Ikhwan, meninggalkan Tanah Air, pekerjaan, dan keluarganya
untuk membangun RS ini. "Waktu berlalu terasa begitu cepat sejak ide ini
dilontarkan sekitar tiga tahun yang lalu, tidak terbayang itu (RS Indonesia)
akan menjadi kenyataan.

